Showing posts with label Kurikulum. Show all posts
Showing posts with label Kurikulum. Show all posts

Sunday, 29 October 2023

Bedanya apa? Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum Cambridge International?


 Kurikulum dalam dunia pendidikan sebagai framework, dasar pendidikan itu dijalakan di suatu satuan pendidikan. Di Indonesia beberapa kali mengubah kurikulumnya, terakhir kita disuguhi kurikulum Merdeka dengan semangat merdeka mengajar dan merdeka belajar. Diharapkan dengan bergulirnya kurikulum baru ini tidak lagi berbasis pada konten materi pembelajaran, tetapi lebih mengacu pada bagaimana membuat siswa belajar, bagaimana mengoptimalkan potensi siswa itu sendiri. Guru memiliki kebebasan dalam mengolah Capaian Pembelajaran untuk diramu tujuan Pembelajarannya dalam Alur Tujuan Pembelajaran atau yang dulu disebut dengan silabus. Beberapa sekolah ada yang menjalankan kurikulum nasional dan juga kurikulum asing, salah satu kurikulum asing yang paling banyak diadopsi adalah kurikulum cambridge. 
Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Cambridge International , kedua kurikulum ini memiliki perbedaan yang signifikan dalam pendekatannya, tujuannya, dan struktur pembelajarannya. Berikut ini adalah beberapa perbedaan utama antara kedua kurikulum tersebut:

1. Perbedaan mengenai Tujuan dan Lingkup:

Kurikulum Merdeka

Kurikulum ini diperkenalkan oleh Pemerintah Indonesia yang berfokus pada pengembangan keterampilan generik, peningkatan kreativitas, kemandirian, dan kebermanfaatan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia nyata dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan.

Kurikulum Cambridge International

Kurikulum ini, yang dikenal juga sebagai Cambridge Assessment International Education, adalah kurikulum internasional yang dirancang oleh Cambridge University di Inggris. Kurikulum ini menekankan standar internasional dalam pelajaran inti seperti Matematika, Sains, Bahasa Inggris, dan Mata Pelajaran Sosial, dengan tujuan mempersiapkan siswa untuk ujian internasional seperti IGCSE (International General Certificate of Secondary Education) dan A-Level (Advanced Level).

2. Struktur Kurikulum:

Kurikulum Merdeka: Kurikulum ini didesain dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan berorientasi pada pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan lokal. Fokusnya pada pengembangan keterampilan praktis dan penerapan pengetahuan dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Kurikulum Cambridge International: Kurikulum ini memiliki struktur yang lebih terstruktur dan didasarkan pada standar internasional. Mata pelajaran ditetapkan dengan cermat, dan siswa mengikuti ujian standar internasional yang menilai pemahaman mereka terhadap materi pelajaran dan keterampilan akademik.

3. Ujian:

Kurikulum Merdeka: Pendekatan ini mungkin tidak memiliki ujian standar nasional atau internasional yang diwajibkan. Evaluasi lebih cenderung berbasis proyek, kinerja, dan penilaian keterampilan praktis.

Kurikulum Cambridge International: Siswa yang mengikuti kurikulum ini diharapkan untuk mengikuti ujian standar internasional seperti IGCSE dan A-Level yang mengukur pemahaman mereka terhadap materi pelajaran dan keterampilan akademik.

4. Akreditasi dan Pengakuan Internasional:

Kurikulum Merdeka: Lebih difokuskan pada pendidikan nasional dan mungkin memiliki tingkat pengakuan terutama di dalam negeri.

Kurikulum Cambridge International: Merupakan kurikulum internasional yang diakui di berbagai negara di seluruh dunia. Sertifikat dan kualifikasi dari Cambridge International memiliki pengakuan yang luas di perguruan tinggi dan tempat kerja internasional.

Saat memilih kurikulum, penting bagi siswa dan orang tua untuk mempertimbangkan tujuan pendidikan jangka panjang, kebutuhan siswa, dan aspirasi karier. Pilihan kurikulum harus disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan individu serta rencana studi dan karier di masa depan.

BACA JUGA:

Capaian Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka: Transformasi Menuju Pendidikan yang Lebih Holistik dan Inklusif

Contoh KKTP Menggunakan Interval Nilai

Contoh 1: KKTP Menggunakan pendekatan Rubrik

Contoh Download Modul Ajar IPA Kelas 7


Kurikulum Cambridge International memungkinkan fleksibilitas dalam metode pengajaran dan penilaian, termasuk pendekatan berbasis proyek. Banyak sekolah yang mengadopsi kurikulum Cambridge memilih untuk mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek ke dalam kurikulum mereka.

Dalam pendekatan berbasis proyek, siswa akan terlibat dalam proyek-proyek nyata yang memungkinkan mereka untuk mengasah keterampilan mereka melalui pengalaman praktis. Proyek-proyek ini dapat melibatkan riset, kerjasama tim, pemecahan masalah, presentasi, dan pengembangan keterampilan kreatif. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa tetapi juga mengajarkan mereka keterampilan penting seperti berpikir kritis, komunikasi, dan keterampilan kolaboratif.

Sekolah yang menerapkan pendekatan berbasis proyek dalam konteks kurikulum Cambridge International sering kali berfokus pada pengembangan keterampilan abad ke-21, yang mencakup keterampilan seperti pemecahan masalah, kreativitas, literasi digital, dan keterampilan sosial. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami konsep-konsep akademis, tetapi juga belajar menerapkan pengetahuan dan keterampilan ini dalam situasi dunia nyata melalui proyek-proyek yang relevan.

Namun, walaupun pendekatan berbasis proyek dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum Cambridge International, penting bagi sekolah untuk memastikan bahwa proyek-proyek tersebut terintegrasi secara efektif dengan materi pelajaran yang diajarkan, memenuhi standar pembelajaran, dan memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi siswa.

Ketika kita membicarakan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Cambridge International, keduanya dapat menggunakan berbagai pendekatan, termasuk kombinasi dari pendekatan konten dan materi, tergantung pada bagaimana kurikulum tersebut dirancang dan diimplementasikan di sekolah.

Kurikulum Merdeka: Kurikulum ini mungkin memiliki fokus pada pengembangan keterampilan, sikap, dan pemahaman yang mendalam tentang konsep-konsep tertentu. Ini bisa mencakup strategi pengajaran yang menekankan pada pengembangan keterampilan praktis dan penerapan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini dapat diintegrasikan dengan proyek-proyek praktis dan pembelajaran berbasis pengalaman.

Kurikulum Cambridge International: Kurikulum ini memiliki standar internasional untuk konten pembelajaran. Namun, dalam implementasinya, guru memiliki kebebasan untuk memilih metode pengajaran dan pendekatan pembelajaran, termasuk pendekatan berbasis proyek dan pendekatan praktis, untuk membantu siswa memahami materi yang diajarkan.

Dengan demikian, sementara ada struktur dan standar dalam konten pembelajaran Kurikulum Cambridge International, cara materi ini diajarkan dan dipahami oleh siswa dapat bervariasi berdasarkan pendekatan pengajaran yang digunakan oleh guru di berbagai sekolah yang mengadopsi kurikulum ini. Begitu pula dengan Kurikulum Merdeka, di mana pendekatan praktis dan aplikatif dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

 


Capaian Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka: Transformasi Menuju Pendidikan yang Lebih Holistik dan Inklusif

 

Pendidikan adalah fondasi utama bagi kemajuan suatu bangsa. Melalui sistem pendidikan yang berkualitas, generasi muda dapat diberdayakan untuk menghadapi tantangan masa depan dengan kepercayaan diri dan pengetahuan yang memadai. Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, Indonesia memperkenalkan inovasi besar yang dikenal dengan sebutan Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka bukan sekadar perubahan pada buku teks, tetapi sebuah transformasi pendidikan yang menitikberatkan pada pembelajaran yang inklusif, kolaboratif, dan kreatif.

Dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang, Indonesia memperkenalkan sebuah paradigma baru dalam pendidikan yang dikenal sebagai Kurikulum Merdeka. Lebih dari sekadar sekumpulan mata pelajaran, Kurikulum Merdeka menciptakan sebuah ekosistem pendidikan yang mengakui keberagaman individualitas siswa dan mendorong pengembangan keterampilan, pengetahuan, serta karakter yang holistik. Berikut adalah pencapaian-pencapaian utama yang telah dicapai melalui implementasi Kurikulum Merdeka:

1. Inklusivitas Sebagai Landasan Utama

Kurikulum Merdeka memperkuat pendekatan inklusif di dalam kelas. Siswa dengan kebutuhan khusus mendapatkan dukungan yang tepat, memastikan bahwa setiap anak mendapat pendidikan yang sesuai dengan potensinya. Guru memiliki pelatihan mendalam dalam merancang pembelajaran yang disesuaikan dengan berbagai kebutuhan siswa, menciptakan ruang belajar yang ramah dan mendukung bagi semua. Salah satu poin paling kuat dari Kurikulum Merdeka adalah inklusivitasnya. Setiap siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Dengan mendukung berbagai metode pengajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, Kurikulum Merdeka menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif di mana semua siswa merasa dihargai dan didukung.

2. Pembelajaran Kontekstual dan Kolaboratif

Kurikulum Merdeka menggalakkan pendekatan pembelajaran kontekstual yang membangun keterampilan praktis yang relevan dengan kehidupan nyata. Melalui proyek-proyek interdisipliner dan diskusi kolaboratif, siswa belajar bagaimana mengaplikasikan pengetahuan dalam situasi dunia nyata. Pembelajaran tidak hanya berpusat pada guru, tetapi mendorong siswa untuk menjelajahi pengetahuan sendiri melalui penemuan dan eksplorasi.

Kurikulum Merdeka menggali potensi kolaboratif siswa. Melalui proyek-proyek kelompok dan diskusi terbuka, siswa diajak untuk berinteraksi dan menghargai perspektif orang lain. Ini bukan hanya membangun keterampilan sosial, tetapi juga membantu dalam pengembangan kemandirian dan pemecahan masalah. Dalam lingkungan ini, siswa belajar bukan hanya dari guru, tetapi juga satu sama lain, menciptakan dinamika pembelajaran yang kaya dan mendalam.

3. Penilaian Holistik yang Mencerminkan Kecerdasan Multi-Dimensi

Pendekatan penilaian Kurikulum Merdeka mencakup berbagai bentuk pencapaian, tidak hanya sebatas ujian tertulis. Selain ujian akademik, siswa dinilai melalui proyek-proyek kreatif, presentasi, pemecahan masalah tim, serta perkembangan karakter. Pendekatan holistik ini memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kemajuan siswa dan memotivasi mereka untuk berkembang dalam berbagai aspek kehidupan.

Kurikulum Merdeka memahami bahwa setiap siswa memiliki keunikan dan kemampuan yang berbeda. Oleh karena itu, pendekatan penilaian yang holistik digunakan, mencakup berbagai aspek dari perkembangan siswa. Selain ujian tulis, penilaian mencakup proyek-proyek, presentasi, serta penilaian formatif yang memberi gambaran menyeluruh tentang pencapaian siswa. Hal ini menciptakan suasana yang mengurangi tekanan dan mendorong siswa untuk belajar dengan semangat dan motivasi yang tinggi.

4. Peningkatan Keterampilan Hidup (Life Skills)

Kurikulum Merdeka mendorong pengembangan keterampilan hidup esensial seperti pemecahan masalah, komunikasi, kolaborasi, dan keterampilan kritis. Siswa dilatih untuk menjadi pemikir kreatif, inovatif, serta mandiri, mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan global di era digital ini. Selain itu, aspek kepemimpinan, empati, dan keterampilan sosial juga ditekankan, membentuk siswa sebagai individu yang tidak hanya cerdas tetapi juga peduli dan bertanggung jawab.

5. Pengembangan Karakter dan Etika

Selain pengetahuan akademis, Kurikulum Merdeka memberikan penekanan pada pengembangan karakter dan etika. Siswa didorong untuk memahami nilai-nilai moral seperti integritas, toleransi, dan tanggung jawab sosial. Program-program pengembangan diri dan kegiatan sosial membentuk siswa sebagai warga negara yang bertanggung jawab, menghargai keberagaman, dan berkontribusi positif dalam masyarakat.

Kurikulum Merdeka juga memberi perhatian khusus pada pembentukan karakter dan nilai siswa. Melalui pendekatan pembelajaran yang menekankan pada etika, kejujuran, dan tanggung jawab, siswa tidak hanya belajar konsep akademik, tetapi juga nilai-nilai moral yang penting untuk membentuk kepribadian yang baik.

Kesimpulan: Menuju Pendidikan yang Lebih Berdaya Saing dan Manusia yang Lebih Berbudi

Kurikulum Merdeka bukan hanya tentang mengubah kurikulum, tetapi juga tentang mengubah paradigma pendidikan. Dengan menekankan inklusivitas, pembelajaran kontekstual, penilaian holistik, pengembangan keterampilan hidup, dan karakter, Indonesia membuka pintu menuju masa depan pendidikan yang lebih berdaya saing dan manusia yang lebih berbudi. Kurikulum Merdeka bukan hanya sekadar sistem pendidikan, tetapi merupakan fondasi bagi perkembangan generasi muda yang cerdas, kreatif, berempati, dan bertanggung jawab, siap menghadapi dunia yang kompleks dengan kepala dingin dan hati yang baik. Ini adalah tonggak sejarah dalam perjalanan pendidikan Indonesia, sebuah langkah maju menuju masa depan yang lebih cerah dan inklusif untuk semua anak-anak Indonesia. Kurikulum Merdeka telah membuka pintu menuju masa depan pendidikan yang lebih cerah dan inklusif. Dengan fokus pada kreativitas, inklusivitas, kolaborasi, penilaian holistik, serta penanaman karakter dan nilai, Kurikulum Merdeka bukan hanya sekadar sistem pendidikan, tetapi sebuah perjalanan menuju pengembangan manusia yang lebih baik. Dengan pendekatan ini, Indonesia sedang mempersiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki hati yang baik dan siap menghadapi dunia yang kompleks dengan keyakinan dan keberanian. Kurikulum Merdeka tidak hanya mengubah cara kita mengajar dan belajar, tetapi juga mengubah cara kita memandang masa depan pendidikan dan masa depan anak-anak kita.

 

Sunday, 22 October 2023

Contoh KKTP Menggunakan Interval Nilai



 KRITERIA ATAU INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN


Nama Sekolah

:


Kelas

Alamat

:


Fase

Nama Siswa

:


Materi

NISN

:


Tahun Ajaran


Kriteria ketercapaian ini juga menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih/membuat instrumen asesmen, karena belum tentu suatu asesmen sesuai dengan tujuan dan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. Kriteria ini merupakan penjelasan (deskripsi) tentang kemampuan apa yang perlu ditunjukkan/ didemonstrasikan peserta didik sebagai bukti bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran.

Kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran dapat dikembangkan pendidik dengan menggunakan Pendekatan 3: Menggunakan Interval Nilai


PENDEKATAN 3: MENGGUNAKAN INTERVAL NILAI

Untuk menggunakan interval, pendidik dan/ atau satuan pendidikan dapat menggunakan rubrik maupun nilai dari tes. Pendidik menentukan terlebih dahulu intervalnya dan tindak lanjut yang akan dilakukan untuk para peserta didik.

  1. Contoh 1 Untuk nilai yang berasal dari nilai tes tertulis atau ujian, pendidik menentukan interval nilai. Setelah mendapatkan hasil tes, pendidik dapat langsung menilai hasil kerja peserta didik dan menentukan tindak lanjut sesuai dengan intervalnya.

  1. 0 - 40%  (belum mencapai, remedial di seluruh bagian)

  2. 41 - 65 % (belum mencapai ketuntasan, remedial di bagian yang diperlukan)

  3. 66 - 85 % (sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial)

  4. 86 - 100% (sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih)

Bila peserta didik dapat mengerjakan 16 dari 20 soal (dengan bobot yang sama), maka ia mendapatkan nilai 80%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peserta didik tersebut sudah mencapai ketuntasan dan tidak perlu remedial.  

  1. Contoh 2 Pendidik dapat menggunakan interval nilai yang diolah dari rubrik. Seperti dalam tugas menulis laporan, pendidik dapat menetapkan empat kriteria ketuntasan: 

  1. ……

  2. ………….

  3. …………..

  4. ………….

Untuk setiap kriteria terdapat 4 (empat) skala pencapaian (1-4).  Pendidik membandingkan hasil tulisan peserta didik dengan rubrik untuk menentukan ketercapaian peserta didik.

KRITERIA KETUNTASAN TUJUAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN INTERVAL

Kriteria Ketuntasan

Belum Muncul

Muncul Sebagian Kecil

Sudah Muncul Di Sebagian Besar

Terlihat Pada Keseluruhan  Teks

(1)

(2)

(3)

(4)





































Diasumsikan untuk setiap kriteria memiliki bobot yang sama sehingga pembagi merupakan total  dari jumlah kriteria (dalam hal ini 4 kriteria) dan nilai maksimum (dalam hal ini nilai maksimumnya 4). Satuan pendidikan dan/ atau guru dapat memberikan bobot sehingga penghitungan disesuaikan dengan bobot kriteria. 

Setelah mendapatkan nilai (baik dari rubrik ataupun nilai dari tes), pendidik dan/atau satuan pendidikan dapat menentukan interval nilai untuk menentukan ketuntasan dan tindak lanjut sesuai dengan intervalnya.

  • 0 - 40%  belum mencapai, remedial di seluruh bagian

  • 41 - 60% belum mencapai ketuntasan, remedial di bagian yang diperlukan

  • 61 - 80% sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial

  • 81 - 100% sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih 

Pada contoh di atas, pendidik hanya menggunakan rubrik dan diambil kesimpulan bahwa peserta didik di atas sudah menuntaskan tujuan pembelajaran, karena sebagian besar kriteria sudah tercapai.




Surakarta, 

                                                                                        Guru Mata Pelajaran







                                                                                        …………………………………….

                                                                                        NIP/NRK. 


Download

Contoh KKTP Menggunakan Interval Nilai


Contoh 1: KKTP Menggunakan pendekatan Rubrik

 



KRITERIA  KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN

 

Nama Sekolah

:

 

Kelas

:

Alamat

:

 

Fase

:

Nama Siswa

:

 

Materi

:

NISN

:

 

Tahun Ajaran

:

 

Kriteria ketercapaian ini juga menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih/membuat instrumen asesmen, karena belum tentu suatu asesmen sesuai dengan tujuan dan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. Kriteria ini merupakan penjelasan (deskripsi) tentang kemampuan apa yang perlu ditunjukkan/ didemonstrasikan peserta didik sebagai bukti bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran.

Kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran dapat dikembangkan pendidik dengan menggunakan beberapa pendekatan 

Pendekatan 2: Menggunakan Rubrik 

 

Dalam rubrik ini terdapat empat tahap pencapaian, dari baru berkembang, layak, cakap hingga mahir. Dalam setiap tahapan ada deskripsi yang menjelaskan performa peserta didik.

 

RUBRIK UNTUK KRITERIA KETUNTASAN TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran

Materi

Perlu Bimbingan

Cukup

Baik

Sangat Baik

Upon completion of Chapter 1, you should be able to:

-    introduce yourself and others;

-    talk about hobbies;

-    describe people’s physical and personality traits, and

-    describe their daily activities.

Chapter 1 About Me      

Unit 1. Galang from Kalimantan

Introducing myself

Greetings & saying goodby

Unit 2. I Love Fishing

Introducing others

Describing hobbies

Unit 3. My Friends and

           

Belum menunjukkan penguasaan kompetensi dan lingkup materi yang ada pada tujuan pembelajaran

Menunjukkan sebagian kecil penguasaan kompetensi dan lingkup materi yang ada pada tujuan pembelajaran

Menunjukkan sebagian besar penguasaan kompetensi  dan lingkup materi yang ada pada tujuan pembelajaran

Menunjukkan penguasaan pada semua (atau melebihi) kompetensi dan lingkup materi yang ada pada tujuan pembelajaran

Upon completion of Chapter 2, the student should be able to:

-    describe one’s favorite meals;

-    Describe one’s favorite meal: food, drinks, snack, texture, taste

-    ask and give information about food;

-    identify tools and ingredients in a recipe, and

-    make a sequence of cooking steps.

Culinary and Me          

Unit 1 My Favorite Food

Describing one’s favourite meal food, drink, snack, texture, and taste

Unit 2. My Favorite Snack

Asking and giving information about food and ingredients

Unit 3 Secret Recipe

Identifying tools and ingredients

Making a sequence of cooking step

           

Belum menunjukkan penguasaan kompetensi dan lingkup materi yang ada pada tujuan pembelajaran

Menunjukkan sebagian kecil penguasaan kompetensi dan lingkup materi yang ada pada tujuan pembelajaran

Menunjukkan sebagian besar penguasaan kompetensi  dan lingkup materi yang ada pada tujuan pembelajaran

Menunjukkan penguasaan pada semua (atau melebihi) kompetensi dan lingkup materi yang ada pada tujuan pembelajaran

Upon completion of Chapter 3, you should be able to:

-    describe rooms in a house and things in the rooms;

-    talk about what people do and use to clean up a house; and

-    give instructions on how to do something.

-    talk about what people do and use to clean up a house

-    Talking about what people doand use to clean up a house

 

 

 

Home Sweet Home       it 1 Galang’s House

Talking about rooms in a house and things in the rooms.

Unit 2. My House Chores

Unit 3 Let’s Clean UP!

           

Belum menunjukkan penguasaan kompetensi dan lingkup materi yang ada pada tujuan pembelajaran

Menunjukkan sebagian kecil penguasaan kompetensi dan lingkup materi yang ada pada tujuan pembelajaran

Menunjukkan sebagian besar penguasaan kompetensi  dan lingkup materi yang ada pada tujuan pembelajaran

Menunjukkan penguasaan pada semua (atau melebihi) kompetensi dan lingkup materi yang ada pada tujuan pembelajaran

Upon completion of Chapter 4, the student should be able to:

-    talk about class schedules and school subjects;

-    talk about online learning tips; and

-    describe one’s study habits.

-    Talking about online learning tip.

-    Menyajikan model pembelajaran daring, pembelajaran sinkronus (menggunakan video conference application, seperti Zoom, Google Meet, Microsoft Team, Telegram Video, dan sebagainya

 

 

Chapter 4. My School Activities      

Unit 1. My Class Schedule

Unit 2 My Online Class

Unit 3 My Study Habits

Unit 1. My Class Schedule

Unit 2 My Online Class

      

           

Belum menunjukkan penguasaan kompetensi dan lingkup materi yang ada pada tujuan pembelajaran

Menunjukkan sebagian kecil penguasaan kompetensi dan lingkup materi yang ada pada tujuan pembelajaran

Menunjukkan sebagian besar penguasaan kompetensi  dan lingkup materi yang ada pada tujuan pembelajaran

Menunjukkan penguasaan pada semua (atau melebihi) kompetensi dan lingkup materi yang ada pada tujuan pembelajaran

Upon completion of Chapter 5, Unit 1 the student should be able to:

-   ask for and give directions;

-   Asking for and giving directions at school.

-   Describe extracurricular activities

-   Describe a school festival

-   Describe extracurricular activities

-   Talking about extracurricular activities

-   Describe rooms in the school

-   Describing a school festival.

 

Chapter 5 This is My School      

Unit 1 School Building

Unit 2 Extracurricular Activities

Unit 3. School Festival

Unit 1 School Building

Unit 2 Extracurricular Activities

Belum menunjukkan penguasaan kompetensi dan lingkup materi yang ada pada tujuan pembelajaran

Menunjukkan sebagian kecil penguasaan kompetensi dan lingkup materi yang ada pada tujuan pembelajaran

Menunjukkan sebagian besar penguasaan kompetensi  dan lingkup materi yang ada pada tujuan pembelajaran

Menunjukkan penguasaan pada semua (atau melebihi) kompetensi dan lingkup materi yang ada pada tujuan pembelajaran

Catatan

v  Penamaan kriteria di atas (perlu bimbingan, cukup, baik, atau sangat baik) dapat diubah atau diadaptasi sesuai kebutuhan.

v  Dalam memetakan peserta didik ke dalam 4 kriteria tersebut, pendidik diharapkan melakukannya dengan penuh pertimbangan yang dilengkapi dengan bukti berupa kinerja dan/atau ada produk yang dihasilkan peserta didik.

v  Hasil yang diperoleh dari rubrik ini digunakan untuk melakukan pembelajaran terdiferensiasi, misalnya: terdiferensiasi, misalnya:

F  Perlu bimbingan: peserta didik mengikuti remedial pada keseluruhan materi sebelum memasuki pembelajaran lebih lanjut, atau mempelajari tujuan pembelajaran yang lebih rendah

F  Cukup: peserta mengikuti remedial sebelum mengikuti pembelajaran selanjutnya dengan penekanan pada aspek-aspek yang belum dikuasai.

F  Baik:  peserta didik mengikuti pembelajaran selanjutnya.

F  Sangat baik:  peserta didik mengikuti pembelajaran selanjutnya dan dilibatkan menjadi tutor sebaya atas diberikan pengayaan.

 

 

 

 

 

 

Surakarta, 18 Juli 2022

                                                                                    Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

 

 

                                                                                    …………………………………….

                                                                                    NIP/NRK.

 Download Contoh KKRP Menggunakan Rubrik 1


Recent Posts

Contact Form

Name

Email *

Message *